Rabu, 23 Maret 2016

Secuil Tentang Aku dan Kotaku




Perkanalakan nama lengkap mimin nurhayati adiratna kusuma biasa dipanggil ayya, mimin lahir di magetan 22 maret 1998. Anak nomer dua dari dua bersaudara, hobby menulis puisi dan menginspirasi. 
 


  Magetan sebuah kabupaten kecil tempat saya dilahirkan dan tinggal, yang letaknya dibawah kaki gunung lawu dan berada di Provinsi jawa Timur, Indonesia. Hari jadi kabupaten Magetan diperingati pada tanggal 12 oktober.
Megetan memiliki beberapa tempat wisata, seperti halnya :
1.      Telaga Sarangan yang letaknya dibawah kaki gunung lawu, yang terkenal dengan legendanya dibuat oleh nyai pasir dan kyai pasir yang kono katanya “Berdasarkan cerita-cerita di masyarakat, Kyai Pasir dan Nyai Pasir ini mendadak berubah menjadi naga raksasa ketika memakan sebutir telur di kebunnya, yang kemudian naga tersebut berguling-guling hingga membentuk Telaga Sarangan atau Telaga Pasir”. Dengan suhu udara antara 18 hingga 25 derajat Celsius, Telaga Sarangan mampu menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya.
Di daerah sekitar telaga kita akan banyak menjumpai para pedagang sate kelinci dan berbagai hotel atau tempat penginapan, pengunjung dapat menikmati berkeliling telaga dengan mengunggang kuda dan juga kapal boat.

2.      Kemudian selain Telaga Sarangan tidak jauh dari sana ±2 km ke arah timur terdapat telaga Wahyu atau juga bisa di sebut Telaga Wurung yang dimana juga terkenal sekali mitosnya dengan tidak boleh membawa pasangannya yang belum menikah ke telaga ini dikarenakan menurut mitos yang beredar “jika sepasang kekasih yang dilanda asrama merajut cinta di lokasi setempat, maka hubungan dan kisah cinta mereka tidak akan awet” sekali lagi itu hanya sebuah mitos letak kebenaran hanya tergantung bagaimana cara kita menyikapi dan memandangnya. Jauh dari mitosnya telaga ini menyuguhkan pemandangan yang indah di telaga ini sengaja ditebari bebrbagai macam ikan untuk memberikan fasilitas memancing bagi penggemar memancing.

3.      Rangkaian air terjun di sini terdapat 3 rangkaian air terjun, selama perjalanan kita akan menjumpai 3 air terjuan yang pertama adalah air terjun watu ondo yang dimana membentuk seperti tangga namun tinggi air terjun ini hanya sekitar 20 meter dan dikala musim kemarau air terjun ini tidak mengalir. Kemudian yang kedua adalah air terjun jarakan yang tingginya mencapai 35 meter, dibawah air terjun ini terdapat sendang kecil yang digunakan untuk mendi dan mencuci muka. Kemudian setelah itu kita akan menjumpai air terjun pundak kiwo dimana merupakan air terjun tertinggi dan paling atas dari rangkai air terjun, tapi sebelum menuju air tersebut kita juga dapat menemui bekas sendang banyuemas dan prasasti watu ongko.

4.      Di magetan juga terdapat peninggalan sejarah seperti halnya candi sadon atau candi reog yang letaknya di desa Cempoko, kec. Panekan dan juga candi Simbatan yang letaknya di Desa Simbatan, Kec. Nguntoronadi yang terkenal dengan arca Dewi Sri.

5.      Dan masih banyak lagi tempat wisata di magetan seperti halnya cemoro sewu, jalan tembus, alun-alun, taman ria dirgantara kosala tirta maospati , monumen soco, Kerajinan gamelan patihan karangrejo, Puncak Lawu, Argo Dumilah, Pemandian Dewi Sri, Gerbang Kadipaten Purwodadi, Mojosemi Camping Ground, Sumber Clelek Driyorejo, Bendungan Gonggang Poncol, dll yang tidak bisa satu-satu mimin ceritakan.


Selanjutnya mimin akan cerita tentang makanan khas dan produk khas di kabupaten Magetan sebagi berikut :

1.      Kerajinan kulit, magetan terkenal sekali dengan kerajinan kulitnya contoh produknya adalah sepatu kulit, tas, ikat pinggang, dompet, dll. Yang harganya berfariasi mulai dari yang paling murah sampai paling mahal tergantung tingkat kesulitan dan kulit yang digunakan.

2.      Anyaman bambu, selain terkenal dengan kerajinan kulitnya magetan juga terkenal dengan anyaman bambu contoh produknya seperti camping, topi cobai ala magetan, baki, lampu, tempat tissu, dll. Selain kita dapat membeli kita juga dapat ikut belajar membuat langsung karena kerajinan ini memiliki sentra yang terdapat di desa ringinagung.

3.      Produksi jeruk pamelo, terletak di Desa Bendo, Takeran, Sukomoro dan Kawedanan dengan total luas areal sekitar 78 ha.

4.      Kerupuk lempeng, yang terbuat dari nasi ini merupakan makanan khas magetan rasanya yang guri cocok dimakan dengan nasi pecel atau dimakan sebagi lauk sehari-hari.

Ya itu sedikit cuplikan tentang kabupaten magetan semoga tulitas diatas bermanfaat, mimin sebagai anak magetan bangga lahir dan tinggal dimagetan. Sekarang mimin sedang berjung merantau di sebrang kota agar nantinya dapat membawa ilmu dan kesuksesan ketika kembali ke kota tecinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar