hayy.. teman-teman udah lama nii enggak muncul atau posting diblog, pasti pada kangen ya sama mimin. sekarang mimin sudah kuliah disalah satu perguruan negeri di kota Jogja, meski mimin baru semester dua tapi banyak suka dan duka yang mimin rasakan di Jogja.
Ini salah satu cerita dari mimin disimak yaaaaa....???
suatu hari ditengah dinginya kota jogja kami berkumpul di kampus untuk bersilaturahmi dan sekedar berkumpul biasa, ditengah perkumpulan ini tiba-tiba dari kakak-kakak ada yang memiliki ide membuat usaha barsama sontak kami sebagai maba ( mahasiswa baru) sangat antusias dengan ide kakak-kakak.
awalnya kami sempat bingung ingin mendirikan usaha apa, tapi setelah mempertimbangkan keefisienan waktu dan kemudahan dalam usaha kami memutuskan untuk memilih wirausaha makanan. Banyak ide-ide bermunculan dan sempat membuat beberapa list dengan catatan makannan yang kita list atau ide yang kita ajukan adalah makanan yang belum ada dikampus atau belum dijual belikan disekitas kampus. setelah sibuk berdiskusi akhirnya kami memutuskan memilih produk timus.
rapat atau diskusi kami tidak hanya kami lakukan sekali atau dua kali tapi kami benar-benar mempertimbangkan kedepanya, meski hanya usaha kecil dan bahkan awal modal kami yang iuran 8 anak yang perankanya 5000rb kami memcoba membuat produk yang kami namai MINIMUS yang maksudnya adalah mini timus.
berdasarkan resep dan pengalaman seadaanya akhirnya kami membuat percobaan sebelum kami benar-benar berani memasarkannya. dengan menggunakan tiga sempel percobaan resep minimus kami, 2 dari percobaan kami ternyata gagal namun di balik kegagalan 2 percobaan kami akhirnya kami memperoleh hasil yang memuaskan meski masih mengalami sedikit kedala kami yakin dengan adanya percobaan demi percobaan kendala kami nantinya akan teratasi.
setelah mengadakan evaluasi dan mendapat resep yang benar kami memutuskan menjualnya produk kami di kampus. dengan strategi penjualnya kantin kejujuran dan membawa ke kelas, secara bergiliran kami bersama-sama membuat minimus dan bergantiaan pula dalam melakukan penjualan. modal kedua kami selanjutnya adalah 30.000rb peranak. dengan modal sedikit dan bismillah kami melakukan penjualan nuntuk pertama kalinya. awal penjualan kami sedikit pesimis bahkan kami bingung menentukan harga penjuaalan, setelah melakukan diskusi dan tanya kepada salah satu teman yang akan menjadi konsumen kami akhirnya memutuskan menjualnya 2000rb dengan dikemas didalam mika bertopingkan mesis dan berisikan enam biji kami merasaa harganya sudah tepat dan sesuai.
banyak rintangan dalam penjualan karna kami menggunakan sistem kantin kejujuran sempat ketika kami perjualan satu kotak minimus yang berisikan 11 buah minimus habis beserta uangnyapun ikut lenyap tanpa sisa. kami sempat terkejut dan tidak habis fikir kenapa ada yang begitu tega dengan kami namun kami ambil dari sisi positifnya mungkin kami kurang beramala dan mungkin ini ladang amal bagi kami.
bisnis ini sempat berhenti beberapa saat dikarenakan libur ujian semester dan liburan semester, namun setelah liburan usai kami bangkit kembali bersemangat menjalankan bisnis ini. meski mungkin hasil dari bisnis ini tak seberapa namun bukan hasil yang kami utamakan tapi pembalajaran dan proses kami dalam berjuang, silaturahmi yang senang tiasa bisa kami jalin selalu.
sering disela-sela kegiatan produksi kami bercanda mengatasi kejenuhan dalam perkuliahan untuk saling berbagi dan bertukar pikiran satu sama lain anggota.
ini cerita sedikit dari mimin semoga bermanfaat.
ingat sahabat sebesar apapun masalah dan sekuat apapun kamu berusaha, semua tetap beda rasaanya disaat kamu berdiri sendiri dan dikala kamu bersama-sama, bagaikan 1 lidi akan mudah patah namun segenggam lidi akan sulit untuk dipatahkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar